Jago Lagu

Parah! DPR Minta Presiden Segera Beri Nama Calon Panglima TNI: Jangan Mendekat Masa Pensiun Baru Diproses

Parah! DPR Minta Presiden Segera Beri Nama Calon Panglima TNI: Jangan Mendekat Masa Pensiun Baru Diproses

Parah! DPR Minta Presiden Segera Beri Nama Calon Panglima TNI: Jangan Mendekat Masa Pensiun Baru Diproses (Tribun)

KBR.MY.ID - Komisi I DPR RI hingga saat ini masih belum menerima surat dari Presiden Joko Widodo yang berisikan nama calon Panglima TNI.

Calon Panglima TNI yang baru ini nantinya akan menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Bahkan di Komisi I DPR juga masih belum ada pembahasan terkait calon Panglima TNI.

Parah! DPR Minta Presiden Segera Beri Nama Calon Panglima TNI: Jangan Mendekat Masa Pensiun Baru Diproses


Anggota DPR Komisi I Dave Laksono meminta Presiden untuk segera menyurati DPR dan memberikan nama siapa calon Panglima TNI pilihan Presiden.

Sehingga DPR akan dapat segera menjalani uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) pada Agustus mendatang.


Dave juga meminta Presiden agar tidak mengirimkan nama setelah masa pensiun Marsekal Hadi Tjahjanto habis.

Karena jika presiden dapat segera memberikan nama calon Panglima TNI, maka akan ada waktu yang cukup untuk persiapan proses pergantian Panglima TNI.

Setelah dilakukan uji kelayakan dan kepatutan, maka selanjutnya adalah terserah presiden kapan akan melantik Panglima TNI yang baru.


"Memberikan waktu yang cukup jadi jangan mendekat pada masa pensiunnya Panglima TNI baru diproses. Tapi ya semoga di masa sidang yang akan datang."


"Masa sidang yang akan datang kan Agustus ya, pada masa sidang itu sudah diajukan oleh presiden. Sehingga dapat segera dilakukan Fit and Proper Test."


"Dan tinggal terserah presiden kapan akan melantik Panglima TNI yang baru," kata Dave dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (7/7/2021).

Pengamat Pertanyakan KSAD Andika Perkasa yang Baru Laporkan Kekayaannya

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Sikap KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa yang baru melaporkan harta kekayaannya pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menimbulkan pertanyaan bagi Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi.


Seperti diketahui, KPK telah menerima laporan harta kekayaan KSAD Andika Perkasa melalui aplikasi e-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) pada 20 Juni 2021.

Padahal, Andika sudah menjabat sebagai KSAD sejak November 2018.

Menurut Fahmi, Andika berkewajiban melaporkan harta kekayaannya sejak ia menjabat sebagai KSAD.



Ia pun menilai sikap Andika Perkasa bukanlah teladan yang baik bagi kepatuhan dan kesadaran hukum di lingkungan TNI.

"Tapi kenapa baru sekarang melaporkan?"

"Menurut saya, itu bukan teladan yang baik bagi pembangunan kepatuhan dan kesadaran hukum di lingkungan TNI," ujar Fahmi, Senin (5/7/2021), dilansir Tribunnews.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Pravitri Retno Widyastuti)

Baca berita lainnya terkait Calon Panglima TNI.


(TRI)

Total dibaca: 123x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Riko Satria
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Hmmm, Politikus PAN Sesalkan Pernyataan Hendropriyono Tentang Palestina