Jago Lagu
Jago Lagu

Oops, Peneliti Duga Kepentingan Pelarian jika DPR Jegal Ekstradisi Singapura

Oops, Peneliti Duga Kepentingan Pelarian jika DPR Jegal Ekstradisi Singapura

Oops, Peneliti Duga Kepentingan Pelarian jika DPR Jegal Ekstradisi Singapura (Cnn)

KBR.MY.ID - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menduga ada kepentingan lain yang patut dicurigai jika DPR menjegal ratifikasi perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Singapura.

Perjanjian ekstradisi itu telah disepakati dua negara dalam pertemuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1).

Lucius mengatakan selama ini usulan pemerintah mulus dibahas di DPR. Namun, ia menduga akan ada perlakuan berbeda terhadap ratifikasi perjanjian ekstradisi ini.

Oops, Peneliti Duga Kepentingan Pelarian jika DPR Jegal Ekstradisi Singapura


"Jika nanti ternyata nasib ratifikasi ini berbeda dari sikap DPR atas RUU-RUU usulan Pemerintah, maka ada kepentingan berbeda antara Presiden dan DPR terkait ekstradisi ini," ucap Lucius kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/1).

"Kepentingan berbeda ini tampaknya masih soal peluang Singapura menjadi tempat pelarian yang aman jika seseorang berurusan dengan kasus hukum korupsi," imbuhnya.


Komisi I Tak Masalah Natuna Jadi Area Latihan Singapura: RI Bisa Ikut

Dia mengingatkan sejumlah buronan kasus korupsi Indonesia menjadikan Singapura sebagai tempat pelarian. Beberapa di antaranya adalah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan politikus PDIP Harun Masiku.

Perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura juga pernah disepakati pada 2007. Namun, kesepakatan itu tidak terwujud karena terhambat ratifikasi di DPR.


Lucius berpendapat DPR punya agenda tersendiri jika kejadian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu terulang kembali. Dia menduga hal itu mengarah ke pelanggengan korupsi.


"Artinya, untuk urusan ekstradisi dengan Singapura ini, DPR menunjukkan perannya sebagai kaki tangan koruptor jika tak segera membahas dan mengesahkan Perjanjian ekstradisi RI dan Singapura," kata Lucius.


Prabowo Klaim Tak Ada Kerugian dalam Perjanjian dengan Singapura

CNNIndonesia.com telah meminta tanggapan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad terkait dugaan Lucius. Namun, Dasco tidak merespons pertanyaan yang dilayangkan hingga berita ini tayang.

Sebelumnya, Indonesia dan Singapura menyepakati perjanjian ekstradisi. Dengan demikian, kedua negara dapat meminta orang yang menurut hukumnya dinilai menjalani kejahatan meskipun yang bersangkutan berada di luar negeri.


Meski sudah disepakati, aturan itu belum dapat diterapkan. Pemerintah harus menerima persetujuan DPR lewat ratifikasi untuk dapat menerapkan perjanjian ekstradisi tersebut.

Perjanjian serupa pernah disepakati Indonesia-Singapura pada 2007. Namun, pemerintahan Presiden SBY tidak dapat menjalankannya karena DPR tak memberi ratifikasi terhadap perjanjian itu.


Penerapan Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Tunggu Ratifikasi DPR


(dhf/kid)

(CNN)

Total dibaca: 110x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Eko Putra
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Parah! Mengenal Vaksin Zifivax yang Izin Penggunaannya secara Darurat Telah Diterbitkan BPOM