Jago Lagu
Jago Lagu

Parah! PKB Jelaskan Maksud Cak Imin soal Kesehatan Compangcamping

Parah! PKB Jelaskan Maksud Cak Imin soal Kesehatan Compangcamping

Parah! PKB Jelaskan Maksud Cak Imin soal Kesehatan Compangcamping (Cnn)

KBR.MY.ID - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nur Nadlifah, menjelaskan maksud dari pernyataan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. 

Cak Imin saat menyampaikan Pidato Kebangsaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 CSIS, Kamis (19/8) mengatakan semua kebijakan di bidang kesehatan di Indonesia tampak compang-camping dan diskriminatif selama menangani pandemi virus corona (Covid-19).

Nur Nadlifah mencontohkan salah satu hal yang perlu ditingkatkan dalam penanganan pandemi Covid-19 ialah terkait pelaksanaan program vaksinasi. Menurutnya, kebijakan terkait vaksinasi yang diambil pemerintah belum komprehensif.

Parah! PKB Jelaskan Maksud Cak Imin soal Kesehatan Compangcamping


"Misalnya soal penanganan vaksin, penanganan vaksin ini kan bolak-balik kebijakannya tidak runut. Untuk hingga herd immunity harus 70 persen disediakan untuk rakyat. Pada perjalanannya ada vaksin berbayar, kita tolak di masa pandemi ternyata dapat respons menarik dari Presiden akhirnya kembali tidak berbayar," kata Nur saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/8).

Cak Imin: Parpol Bersatu, Pemerintah Mau Bikin Apa Aja Bisa


"Ini kan kebijakannya tidak komprehensif. Menggerakkan masyarakat untuk vaksin saya rasa perlu ditingkatkan," imbuhnya.

Ia kemudian menyoroti kebijakan pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan (prokes) di tengah masyarakat. Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih melibatkan tokoh sentral dalam upaya penegakan prokes di tengah masyarakat.

"Di awal ini pelaksanaan prokes, oke memang kondisi darurat, tapi Indonesia ini masyarakat sangat kekeluargaan, humanis, belum lagi di beberapa tempat sangat bergantung pada tokoh sentral. Pelibatan tokoh sentral kurang maksimal," katanya.


Nur melanjutkan, partainya tidak masalah dengan langkah pemerintah yang memilih menerapkan aturan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk memutus rantai penularan Covid-19.


Menurutnya, PPKM diharapkan tetap dapat menjalankan roda ekonomi walaupun dengan tempo yang lambat.


Cak Imin: Kebijakan Kesehatan Indonesia Compang-camping

"Memang tidak ada di UU penanganan pandemi dengan ppkm. Tapi kalau misalnya kita gunakan karantina, ekonomi akan berhenti dan rakyat semakin susah. PPKM ini diharapkan ekonomi masih berjalan meski lambat. Saya rasa kalau prokes diterapkan, ppkm dijalankan, segera selesai," ujarnya.

Sebelumnya, Cak Imin menilai semua kebijakan di bidang kesehatan di Indonesia tampak compang-camping dan diskriminatif selama menangani pandemi Covid-19.


"Kita tahu semua Kemenkes dan semua kebijakan kesehatan kita compang-camping. Tapi ada hikmahnya dengan adanya pandemi ini kita dapat audit kapasitas dan kemampuan Kemenkes dan kemampuan negara dalam mengatasi keadaan kesehatan kita. Ternyata Politik kesehatan kita masih ya benar-benar diskriminatif," kata Cak Imin dalam Pidato Kebangsaan HUT ke-50 CSIS, Kamis (19/8).

PKB Jawab Kritik Baliho Cak Imin: Bukan Instruksi Ketua Umum


Cak Imin menjelaskan bahwa penanganan masalah kesehatan Indonesia juga masih tampak diskriminatif. Hal itu terlihat dalam bidang akses hingga informasi soal kesehatan yang diberikan negara tampak saling membedakan satu sama lain saat menangani pandemi.


"Tapi betul berkelas-kelas. Aksesnya berkelas-kelas, informasinya berkelas-kelas Tidak benar-benar berdaya hadapi ini," kata dia.

Tak berhenti sampai di situ, Cak Imin menilai bahwa Indonesia saat ini masih bergantung pada negara-negara lain untuk mengatasi pandemi. Salah satunya di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan alam di bidang kesehatan. (mts/sur)

(CNN)

Total dibaca: 54x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Nina Vina Lovenya
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Ternyata Akses cekbansos.kemensos.go.id, Cek Penerima Bansos Program Keluarga Harapan Bulan September 2021
close