Jago Lagu
Jago Lagu

Duh! PKS Sebut Sunat Vonis Djoko Tjandra sebagai Dagelan Hukum

Duh! PKS Sebut Sunat Vonis Djoko Tjandra sebagai Dagelan Hukum

Duh! PKS Sebut Sunat Vonis Djoko Tjandra sebagai Dagelan Hukum (Cnn)

KBR.MY.ID - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memangkas hukuman bagi terdakwa Djoko Tjandra menjadi 3,5 tahun penjara dari semula 4,5 tahun penjara.

Mardani menilai putusan tersebut mencederai keadilan masyarakat dan dapat menghilangkan efek jera bagi pelaku korupsi.

4 Hakim yang Sama Terlibat di Sunat Vonis Djoktjan-Pinangki

Duh! PKS Sebut Sunat Vonis Djoko Tjandra sebagai Dagelan Hukum


"Dagelan Hukum kembali terjadi di depan publik. Fenomena ini menimbulkan anggapan matinya gerakan antikorupsi," kata Mardani dalam keterangan resminya, Jumat (30/7).

Awalnya Mardani mengapresiasi penangkapan Djoko Tjandra oleh pihak kepolisian. Terlebih, kasus yang menjeratnya merupakan masalah yang tergolong luar biasa atau extraordinary.


Mardani menilai publik berharap sejumlah koruptor lain yang kabur dan buron dari Indonesia dapat dikejar dan diungkap.

"Namun 'ending' dari kasus ini secara tidak langsung menjadi potret amburadulnya hukum di negeri kita," kata dia.

Lebih lanjut, Mardani menilai sistem penegakan hukum di Indonesia dapat rusak bila kejadian pemotongan vonis bagi koruptor terus berulang. Hal yang sama juga dapat membuat kepercayaan masyarakat terhadap wibawa aparat penegak hukum menjadi luntur.


Vonis Kasus Suap Djoko Tjandra Disunat Jadi 3,5 Tahun Penjara


"Sulit diterima jika para pengadil memberikan hukuman ringan kepada pelakunya, apalagi jika melibatkan penegak hukum. Tidak ada negara yang maju tapi tidak tegas dan jelas penegakan hukumnya," kata dia.


Djoko Tjandra telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengecekan status red notice, penghapusan nama dari Daftar Pencarian Orang (DPO), dan pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA).

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta juga memotong hukuman jaksa Pinangki Sirna Malasari menjadi empat tahun penjara dari semula 10 tahun.

Setelah ditelusuri, komposisi majelis hakim yang mengadili dua perkara tersebut mayoritas sama. Perkara itu masing-masing diadili oleh hakim ketua Muhammad Yusuf.


Firli Sebut KPK Tak Lagi Supervisi Kasus Djoko Tjandra

Infografis Jejak Djoko Tjandra di Indonesia. (CNN Indonesia/Asfahan Yahsyi)


(rzr/pmg)


(CNN)

Total dibaca: 85x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Ahmad Taulany
Singing Is Power

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Tahukah Kamu? Kemendagri Kembangkan Aplikasi Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah