Jago Lagu
Jago Lagu

Tidak Disangka, Saling Sahut PDIPDemokrat soal Peluang Koalisi Pilpres 2024

Tidak Disangka, Saling Sahut PDIPDemokrat soal Peluang Koalisi Pilpres 2024

Tidak Disangka, Saling Sahut PDIPDemokrat soal Peluang Koalisi Pilpres 2024 (Cnn)

KBR.MY.ID - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menutup pintu untuk berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengungkapkan, partainya tak akan berkoalisi dengan PKS dan Demokrat karena basis ideologi yang berbeda. PDIP menyatakan lebih terbuka berkoalisi dengan Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan, Partai Amanat Nasional (PAN) lantaran memiliki kesamaan ideologi.

Hasto menuturkan, PDIP merupakan partai ideologi yang juga bertumpu pada kekuatan massa.

Tidak Disangka, Saling Sahut PDIPDemokrat soal Peluang Koalisi Pilpres 2024


"PDIP berbeda dengan PKS, karena basis ideologi beda sehingga sangat sulit untuk koalisi dengan PKS," terang Hasto dalam diskusi yang digelar PARA Syndicate, Jumat (28/5).

Berangkat dari itu, Hasto pun meminta agar tidak ada pihak yang berupaya untuk membuat PDIP dapat berkoalisi dengan PKS serta Demokrat.


Dia menegaskan, syarat berkoalisi dengan PDIP harus memiliki kesamaan ideologi dan perjuangan.

"Ini tegas-tegas saja supaya tidak ada juru nikah yang ingin mempertemukan hal tersebut karena beda karakternya, beda nature-nya," ucap dia.

Merespons pernyataan itu, Wasekjen Partai Demokrat, Irwan, menyatakan bahwa ungkapan itu menunjukkan kepanikan Hasto di tengah situasi politik saat ini. Sebab menurut dia, Sekjend PDIP itu tiba-tiba saja mengutarakan pendapat ihwal koalisi Pilpres 2024 tanpa ada pemantiknya.


"Apa yang disampaikan Hasto ini saya pandang sebagai sebuah panic disorder, enggak ada angin enggak ada hujan tiba-tiba Hasto menarik garis batas tegas," kata Irwan kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (29/5).


Dia memandang pernyataan Hasto itu justru semakin menegaskan bahwa PDIP menikmati kondisi perpecahan bangsa yang terjadi sejak Pilpres 2014.


Menurut Irwan, kepanikan Hasto menandakan PDIP takut pada Partai Demokrat yang menurutnya terus menerima simpati besar rakyat Indonesia saat ini. Dia menilai, Hasto saat ini telah kehilangan rasionalitas politik.

"[Hasto] kehilangan kendali rasional di tengah kondisi Pilpres yang masih jauh dan masih fokus pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Di sisi lain, Irwan berkata, pernyataan Hasto terkait ideologi partai tersebut justru berbahaya karena berpotensi membelah persatuan bangsa dengan membuat label yang keliru dan sesat kepada lawan politik PDIP. Irwan menegaskan bahwa Pancasila selalu menjadi ideologi politik yang diusung Partai Demokrat.


"Semua partai tentu punya ideologi dan sudah final ideologi partai Demokrat adalah Pancasila," tuturnya.

Sementara itu, Presiden PKS Ahmad Syaikhu tak ambil pusing merespons pernyataan Hasto. Ia mempersilakan jika memang ada partai politik yang tidak mau berkoalisi karena hal tersebut dinilai sah saja sebagai sikap politik partai.

"Beberapa waktu yang lalu ada sikap partai tidak mau berkoalisi dengan PKS, silakan saja itu sikap politik. PKS akan tetap bagaimana dengan jati dirinya, tapi tidak melepaskan silaturahim dengan berbagai elemen bangsa," kata Syaikhu saat orasi kebangsaan dalam agenda Puncak HUT PKS Ke-19, Minggu (30/5).



Syaikhu menekankan, silaturahmi kebangsaan justru menjadikan sikap politik semakin moderat karena dapat membangun titik temu dan menghormati perbedaan pandangan.

"Kalau ternyata dipertemukan juga nggak memungkinkan dan mungkin akhirnya menjadi sikap politik yang berbeda. Ya ini kita tasamuh (saling menghormati) dan kita rasa hormat juga akan diberikan," ucap dia.

(mts/nma)

(CNN)

Total dibaca: 244x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Eko Putra
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Wow! PROFIL Rachmawati Soekarnoputri, Putri Ketiga Soekarno yang Dijuluki Mama Papua, Ini Rekam Jejaknya