Jago Lagu
Jago Lagu

Terbaru, Heboh Soal Ivermectin sebagai Obat Terapi Covid19, Ternyata Ini Efek Sampingnya

Terbaru, Heboh Soal Ivermectin sebagai Obat Terapi Covid19, Ternyata Ini Efek Sampingnya

Terbaru, Heboh Soal Ivermectin sebagai Obat Terapi Covid19, Ternyata Ini Efek Sampingnya (Kompas)

 Di tengah upaya mendongkrak tingkat kesembuhan pasien covid-19, Kementerian BUMN menyatakan, telah memproduksi ivermectin sebagai obat terapi covid-19. Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, ivermectin diproduksi PT Indofarma dan telah memperoleh izin edar dari BPOM. Namun dalam rilis tertulisnya, BPOM menegaskan ivermectin kaplet 12 miligram, terdaftar di Indonesia sebagai obat cacing. Selain itu, data uji klinik yang cukup untuk membuktikan khasiat ivermectin dalam menghentikan dan mengobati covid-19, hingga saat ini belum tersedia. Sebelumnya, juru bicara satgas penanganan covid-19, Wiku Adisasmito menyebut, Balitbang Kemenkes akan menjalani studi lanjutan terkait penggunaan ivermectin bagi pasien covid-19. Wiku Adisasmito menegaskan, perlu hati-hati dalam penggunaan obat ini dan harus atas rekomendasi dokter. Sementara itu, dikutip dari situs resminya, WHO menyatakan, ivermectin adalah salah satu obat yang direkomendasikan akan tetapi hanya digunakan untuk mengobati covid-19 dalam uji klinis. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Agus Dwi Susanto menyebutkan hingga saat ini masih belum ada obat yang dapat menyembuhkan covid-19. BPOM juga sudah memberikan peringatan penggunaan ivermectin untuk obat terapi covid-19 tetap harus berdasarkan resep dokter dan diawasi pemakaiannya. Tanpa ada resep dokter, ivermectin ini akan menyebabkan mual, gatal-gatal hingga gejala-gejalana neurologis sesuai kejang-kejang dan dapat menyebabkan kematian. Lantas, benarkah secara medis, obat ivermectin dapat dipakai sebagai terapi penanganan pasien covid-19? Dan benarkah ini merupakan obat cacing yang mujarab menyembuhkan covid-19? Simak penjelasan selengkapnya dari Peneliti Utama Ivermectin, dr. Budi Antariksa serta Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Agus Dwi Susanto.

Silahkan menonton, berikut ini videonya..


(KOM)

Total dibaca: 334x | Berikan Komentar!


Oleh: Bram Dika Admaja
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Hmmm, Puan: Jangan Salahkan Pihak yang Kerja Keras Tangani Pandemi