Jago Lagu
Jago Lagu

Update Terbaru, Protes Swab Antigen, Aleg DPRD Mengamuk Di Bandara Djalaludin Gorontalo

Update Terbaru, Protes Swab Antigen, Aleg DPRD Mengamuk Di Bandara Djalaludin Gorontalo

Update Terbaru, Protes Swab Antigen, Aleg DPRD Mengamuk Di Bandara Djalaludin Gorontalo (Kompas)

Video seorang anggota DPRD kabupaten Boalemo mengamuk di Bandara Djalaludin Gorontalo pada kamis malam, viral di media sosial. Dalam video yang berdusari 2 Menit 49 detik tersebut terlihat anggota DPRD yang di ketahui bernama Resvin Pakaya  ini dengan nada suara keras meminta kepada penumpang pesawat untuk keluar bandara. Protes ini ia layangkan saat Resvin tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo dan diminta untuk dilakukan swab tes antigen oleh satgas covid 19, akan tetapi karena hasil PCR yang dikantonginya masih belaku 2 kali 24 jam,maka  protes pun dilayangkan kepada petugas bandara. Sementara itu, koordinator satgas covid 19 Bandara Djalaludin Gorontalo Ramiz Soleman mengatakan, pemberlakukan swab antigen di Bandara Djalaludin sesuai dengan surat edaran Gubernur Gorontalo tentang ketentuan pelaku perjalanan dalam negeri dimasa pandemi covid 19 di Gorontalo. Ramiz menjelaskan penumpang yang tiba di Gorontalo wajib di swab antigen meskipun hasil PCR 2 kali 24 jam tersebut masih aktif. Menurut Ramiz swab antigen itu dilakukan untuk menghentikan peningkatan kasus covid 19 di Gorontalo  terutama virus varian baru. Rencananya satgas covid 19 akan melaporkan salah satu penumpang tersebut ke aparat kepolisian atas penghasutan terhadap penumpang lainnya.   #Aleg Ngamuk  #Protes Swab  #Gorontalo

Silahkan menonton, berikut ini videonya..


(KOM)

Total dibaca: 44x | Berikan Komentar!


Oleh: Bayu Setiawan
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Parah! Indika Energy Mulai Vaksinasi Gotong Royong untuk 21.650 Karyawan dan Keluarga